About this blog

Contoh Anak CIBI di Dunia

1.    Aelita Andre : Menjadi Pelukis di Usia 2 Tahun

Balita cantik kelahiran Australia ini baru berusia 2 tahun, dan diusianya yang masih begitu belia, Aelita sudah menunjukan kulaitasnya sebagai seorang yang begitu jenius, dengan jiwa seni yang begitu tinggi, Aelita sudah memiliki sebuah gedung pertunjukan seni untuk karya-karya abstraknya. Awalnya seorang direktur dari Brunswick Street Gallery di Melbourne’s Fitzroy bernama Mark Jamieson  begitu tertarik dengan sebuah foto lukisan karya balita lucu ini dan menginginkannya bergabung dalam grupnya

Indonesia kaya Anak CIBI


Indonesia memiliki sekitar 1,3 juta anak usia sekolah yang berpotensi Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI) atau kerap disebut 'gifted-talented'. Sayangnya, baru 9.500 (0,7%) anak yang sudah mendapat layanan khusus dalam bentuk program akselerasi/ percepatan.


"Masih sangat banyak siswa CIBI belum memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka," kata Sekjen Asosiasi Penyelenggara, Pengembang, dan Pendukung Pendidikan Khusus untuk Siswa Cerdas Istimewa dan Berbakat Istimewa (Asosiasi CIBI) Nasional, Amril Muhammad di Jakarta, Selasa (14/12).

Identifikasi Anak CIBI




Dalam mengidentifikasi peserta didik cerdas istimewa  menggunakan pendekatan multidimensional. Artinya kriteria yang digunakan lebih dari satu (bukan sekedar intelligensi). Batasan yang digunakan adalah peserta didik yang memiliki dimensi kemampuan umum pada taraf cerdas ditetapkan skor IQ 130 ke atas dengan pengukuran menggunakan skala Wechsler (Pada alat tes yang lain = rerata skor IQ ditambah dua standar deviasi), dimensi kreativitas tinggi (ditetapkan skor CQ dalam nilai baku tinggi atau

Deteksi dan Diagnosa Anak CIBI

            Dengan berubahnya cara pandang, teori, dan model pendidikan anak cerdas dan berbakat istimewa, maka penegakan diagnosa dan pemberian layanan keberbakatan juga menjadi sangat fleksibel. Sekalipun tes psikologi tetap diadakan, namun tes ini adalah bagian dari proses pembuatan keputusan. Opini orang tua, guru, dan murid merupakan hal yang harus diperhitungkan dalam proses pengambilan keputusan itu (Mönks & Pflüger, 2005). Penentuan siswa cerdas dan berbakat istimewa setidaknya melewati dua tahapan, yaitu deteksi dan diagnosa.

Regulasi Emosi Pada Orang Tua Yang Memiliki Anak CIBI


         Orangtua adalah pihak yang ikut merasakan keunikan setiap anak, oleh karena itu orangtua
masa kini mau tidak mau harus turut terlibat secara aktif dalam sistem pengasuhan anak, termasuk
apabila anaknya dikategorikan cerdas istimewa. Begitu seorang anak terdeteksi sebagai seorang
anak yang mengalami lompatan perkembangan kognitif (cerdas istimewa), para orangtua adalah
pihak pertama yang harus memahami berbagai keunikan anak tersebut. Hal ini disebabkan anakanak
cerdas istimewa bukanlah sebagai populasi yang homogen, sehingga pengasuhan harus
terus berjalan secara berkesinambungan hingga anak mampu mandiri dan berfungsi dengan baik
di tengah masyarakat.

Anda Pengunjung Ke

Powered by Blogger.

Followers

Visitors